Selasa, 02 Desember 2008

profil pemain

Claude Parfait Ngon A Djam (Aktif)

Tendangan Keras , Cepat membaca situasi, penempatan posisi yang selalu tepat serta mobilisasi dan daya jelajah yang tinggi merupakan ciri khas dari Striker Haus Gol Sriwijaya FC yang satu ini. Diawal perekrutan menjadi pemain, kualitas Ngon A Djam sempat dipertanyakan, itu tidak lepas dari minimnya produktifitas gol yang dihasilkannya di klub lamanya AC Horsen (Liga Denmark) dengan mengemas 1 gol.

Namun seiring waktu berjalan stiker bernomor punggung 8 ini mampu membuktikan kualitasnya sebagai striker dengan mengemas 7 gol dari 12 pertandingan Sriwijaya FC terakhir di ajang Indonesia Super Legue (ISL). Tentu saja ini membuat puas pelatih Rahmad Darmawan dan seluruh pendukung setia Sriwijaya FC dan berharap Ngon mampu mencetak gol di setiap pertandingan yang tersisa nanti.

Ngon A Djam adalah tipe pemain pekerja keras yang tidak segan-segan menjemput bola bahkan ikut turun membantu pertahanan. Stiker jangkung ini resmi bergabung dan mengenakan Jersey Kuning kebanggaan Sriwijaya FC pada tanggal 26 Maret 2008 dengan bandrol Rp. 850 juta /musim. Targetnya untuk bermain di liga Champions Asia pun aklan kesampaian karena Sriwijaya FC akan mewakili Indonesia di ajang bergengsi Asia tersebut di tahun 2009.

Data diri :

Nama lengkap : Ngon a Djam Claude Parfait
Lahir : Liberia, 24 Januari 1980
Karier Klub
- 2008 : Sriwijaya FC (Indonesia Super League) : Baru 7 gol
- 2006 : AC Horsen (Liga Denmark) : 1 gol
- 2007 : Budapesti Vasas FC (Liga Hungaria) : 0 gol
- 2005 : Skonto Riga FC (Liga Latvia) : 0 gol
- 2004 : Skonto Riga FC (Liga Latvia) : 6 gol

Ferry Rutinsulu (Aktif)

fer.jpg

Siapa yang tak kenal dengan penjaga gawan utama Sriwjiaya fc. Dia adalah Ferry Rutinsulu(24), Pemuda ganteng asal palu kelahiran 27 Desember 1983. ketanguhan pemain yang mengidolakan Buffon ini di bawah mistar gawang sudah tak terbantahkan lagi, aksi cemerlangnya di bawah mistar gawang sfc membuat para sriker frustasi. tak jarang aksi cemerlang yang biasanya berujung gol berhasil di gagalkan oleh Ferry. Dimusim kompetisi 2007 putaran pertama gawang Ferry baru kebobolan 12 gol, jumlah kebobolan paling sedikit no 2 dari psms Medan, Marcus Horison baru kebobolan .. gol. Ketanguhan nya inilah yang membuat Rahmad Darmawan memilihnya sebagai penjaga gawang no wahid di Sfc..

Puncak penghargaan seorang pemain bola adalah mendapat kan gelar juara dan masuk tim nasional merah putih. sejak memulai karir profesional nya, Ferry ingin sekali masuk timnas dan ingin mengibarkan bendera merah putih dikancah internasional. Berkat penampilan nya yang cemerlang Gayung pun bersambut, tim nasional U-23 yang dilatih oleh Bambang Nurdiansyah memangilnya untuk menjadi penjaga gawang utama timnas U-23. kesempatan yang baik itu tak di sia-siakan oleh Ferry. Bersama rekan nya di sfc, Tony Sucipto, mereka berangkat untuk berlatih di negeri kincir angin selama 7 bulan. Kesempatan yang jarang sekali didapat oleh pemain seperti Ferry. Dan kini di usia nya yang matang, Tim Indonesia yang dilatih oleh pelatih asal Bulgaria Ivan kolev pun memanggilnya untuk berlaga dipiala Asia Juli 2007. namun Ferry harus bersaing ketat dengan Jedry Pitoi (persipura) dan Marcus Horison (psms)

Pemilik no 12 di sfc ini tidak menyangka kalau sekarang ini dia menjadi seorang penjaga gawang, sebab pada masa mengikuti diklat dan memulai karir sepak bola nya Ferry merupakan seorang striker, bukan seorang penjaga gawang. “ dulunya saat masih masuk sekolah bola saya adalah seorang penyerang, tapi saya tidak tau kenapa malah bakat saya menjadi seorang penjaga kiper, dan akhirnya saya memutuskan untuk menjadi seorang penjaga gawang” cetus Pemuda doyan main game. Ferry saat ini sudah membela laskar sriwijaya fc (palembang) selama 4 musim, 1 musim bersama Persijatim Solo lalu berubah nama menjadi sriwijaya fc selama 3 tahun.

Saat ditanya tentang suka duka nya bermain bersama sfc Pemuda palu yang rencana nya akan mengakhiri masa lajang nya dipenghujung tahun ini bersama gadis pujaan hatinya mengatakan kalau warga kota palembang semuanya sangat baik, ramah dan sopan-sopan. Selama menjadi punggawa sfc banyak kejadian yang tidak mengenakan yang dialami oleh ferry, salah satunya adalah di caci maki oleh supporter sendiri. Kejadian yang tak mengenakan itu pernah dialami oleh pemilik tinggi badan 175 cm/68 kg, saat tiba dibandara ferry yang baru sampai di banadara langsung di oceh-ocehin dan diejak-ejek olah salah satu warga palembang, kontan hal ini membuat ferry marah, dan hampir saja terjadi perkelahian antar Ferry dan warga palembang. Semoga saja dengan kecermelanagn Ferry di mistar gawang sfc dapat membawa sfc meraih gelar juara ligina 2007, maju terus Ferr…..(Ynt)

Zah Rahan Krangar (Aktif)
Nyawa Wong Kito

zah rahan.jpg ZAH Rahan Krangar. Ya, dia merupakan salah satu pemain asing tersukses di Liga Djarum Indonesia (LDI) 2006 musim lalu. Namanya mulai menjadi buah bibir seusai menyabet gelar pemain terbaik atau most valuable player (MVP), saat gelaran perang bintang musim kemarin.

Dia juga sukses mengerek Persekabpas Pasuruan menembus babak semifinal musim lalu. Sayang sejarah itu harus kandas. Persekabpas menyerah kalah dari PSIS Semarang yang akhirnya keluar sebagai runner up LDI 2006.

Seperti peribahasa ‘ada gula ada semut’, ‘manisnya’ kualitas pemain asal Liberia itu pun kemudian menjadi incaran tim-tim Divisi Utama. Mereka berebut tanda tangan Zah Rahan agar mau membela timnya di musim 2007. Namun, Zah akhirnya memilih menyeberang ke ranah Sumatera. Ia memutuskan hijrah ke Sriwijaya FC.

Di bawah kendali pelatih sekaliber Rahmad Darmawan serta materi pemain yang merata, ia yakin mampu mengecap manisnya gelar juara. “Target saya ingin menjadi pemain terbaik dan meraih gelar juara musim ini,” tutur Zah.

Atmosfer tim maupun kota Palembang disebutnya bakal mendukung usaha meraih gelar itu. Semua fasilitas yang saya inginkan dipenuhi semua oleh manajemen. Dan sekarang gantian saya yang harus membayar semua ini dengan prestasi, tambahnya.

Kehadiran Zah Rahan, tak dapat dimungkiri bakal memberikan nyawa baru di lini tengah Sriwijaya FC. Pasalnya, meski postur tubuhnya terbilang kecil, namun keuletan serta determinasinya di lapangan sungguh memukau. Tak jarang pemain ini sering memperagakan gaya akrobatik ketika menggiring bola melawati hadangan lawan. Kita tunggu saja, apakah pemain penyuka musik aliran R n B ini mampu membuktikan janjinya?.

Biodata
Kelahiran : Liberia, 7 Maret 1988
Tinggi/Berat : 164 cm /50 kg
Posisi : Gelandang

Karir
2005-2006 : Persekabpas
2006- .. : Sriwijaya FC

jeda kompetisi

Sriwijaya FC Incar Pemain Baru


Masa jeda kompetisi Indonesia Super League dimanfaatkan manajemen Klub Sriwijaya FC untuk mengevaluasi kinerja pemain. Beberapa nama terancam dilepas, dari pemain lokal nama Korinus Fringkew, Eki Nurhakim, Reswandi dan Dede Sulaiman masuk dalam daftar pemain yang akan dilepas. Dari deretan pemain asing praktis hanya Obiora Richard yang terancam dilepas mengingat performanya sejak putaran pertama bergulir kurang begitu memuaskan, baru 3 gol yang dihasilkannya.

Sebagai pengganti pemain-pemain yang akan dilepas, manajemen mengincar nama-nama beken seperti James koko (eks psms) , Ronald Fagundez (Persik), Danilo Fernando (Persik), Aldo Bareto (PSM) dan Jhon Takspor (Persitara). Sepertinya manajemen benar-benar harus memikirkan untuk mencari pemain dengan kategori bintang mengingat tahun depan Sriwijaya FC akan berlaga di Liga Champios Asia (LCA).

Selain itu Sriwijaya FC harus lebih ekstra hati-hati mengenai kucuran dana untuk pemain asing. Mengingat gaji mereka cukup besar dan akan berimbas kepada keuangan klub. Seperti kasus Kayamba dan Ngon Adjam yang mengancam akan mundur dari Sriwijaya FC jika gaji mereka tidak dibayarkan.

kerusuhan di sepakbola negri ini

Marakanya aksi kerusuhan
Kerusuhan Yang Tak Berujung

Rentetan kerusuhan yang melanda persepakbolaan Indonesia nampaknya tidak juga menemukan titik terang akan berakhir, di awali dari Bandung saat puluhan Viking mengamuk menghancurkan fasilitas stadion saat timnya ditekuk Persija 2-3, disusul Aremania yang kembali berulah di Kanjuruhan saat Arema ditundukan 1-2 Pupuk Kaltim Bontang, dan yang terbaru The Macz Man yang juga berulah diluar batas saat PSM ditundukan Persela Lamongan 1-3.

Apapun alasannya jelas tidak bisa dibenarkan melakukan kerusuhan, apalagi kerusahan yang dilakukan Aremania dan The Macz Man terjadi di bulan suci Ramadhan, alasan mereka melakukan tindakan anarkis nyaris seragam, karena wasit yang tidak becus memimpin pertandingan. Ketidapuasan terhadap sang pengadil dilapangan tentunya masih bisa diselesaikan lewat jalur lain, tidak perlu melakukan kekerasan fisik untuk menyelesaikannya.

Namun pihak terkait dalam hal ini Badan Liga Indonesia (BLI) selaku penanggung jawab penyelenggara seluruh kompetisi di Indonesia nampaknya tidak pernah mengambil pelajaran dari apa yang selama ini terjadi, BLI melalui Komisi Dispilin (Komdis) lebih giat menggelar sidang untuk menjatuhkan sangksi terhadap Panitia Pelakasana, Suporter dan Klub, yang tentunya dapat mendatangkan gelontoran rupiah untuk mempertebal kas mereka ketimbang menjatuhkan sanksi terhadap para pengadil di lapangan yang terbukti tidak becus memimpin pertandingan.

Komdis bahkan tidak perlu mendengarkan pembelaan dari pihak terdakwa untuk mejatuhkan sanksi, tidak salah memang apa yang dilakukan BLI melalui Komdis, mereka memang layak dikenai sanksi, namun jika rotasi seperti ini tetap berjalan maka masalah inipun tidak akan pernah selesai, sudah menjadi tanggung jawab BLI untuk mencari solusi terbaik menyelesaikan masalah ini, jangan hanya melempar kesalahan pada para terdakwa dan mengambil uang dendanya saja. Kelompok suporter juga hendaknya lebih menahan diri untuk tidak berbuat yang ujung-ujungnya merugikan sendiri bahkan merugikan banyak pihak yang tidak tahu menahu soal sepakbola, pilihalah cara-cara elegen untuk meyelesaikan masalah, apa kalian tidak sadar tindakan anarkis kalian hanya akan menambah pundi-pundi uang di kas BLI yang tidak jelas kemana penggunaannya.

pemain pengganti zubairo

SRIWIJAYA FC dapat “darah segar”. Kehilangan defender Ambrizal (akumulasi kartu kuning), segera dapat ganti. Defender anyar Tsimi Jacques Joel Patrick dipastikan bisa tampil lawan Arema, petang ini pukul 15.300 WIB. Sebab tim berjuluk Laskar Wong Kito sudah mengantongi surat pengesahan dari Badan Liga Indonesia (BLI).
Coach Rahmad Darmawan pun lega. Setidaknya, tenaga mantan pemain Canone Spirit Yaounde FC (Liga utama Kamerun) bisa digunakan untuk meng-cover keroposnya lini pertahanan. Sebab, lawan Arema Malang tidak bisa dengan kekuatan terbatas. Bagaimana pun, tim double winners tetap butuh pertahanan solid. Pelatih 41 tahun menginsyaratkan untuk menjadikan Tsimi sebagai starter.
“Tapi, saya tetap melihat kebutuhan tim. Apalagi Dia (Tsimi, red) baru bergabung. Jika tidak mendesak, saya mungkin akan turunkan pemain yang lebih siap dulu,” ungkap Rahmad Darmawan, kemarin (26/10).
Maklum, defender kelahiran Kamerun, 9 Januari 1984 belum “nyetel”. Tidak ada drill spesial yang diberikan Rahmad pada defender berpostur 195 cm. Namun, bukan berarti Tsimi berpangku tangan. ”Nsimi rajin latihan. Saya pikir, dia sudah menyiapkan diri dengan maksimal. Tetap ada kemungkinan untuk ditampilkan,” pungkas pelatih asal Metro, Lampung.
Rahmad sendiri belum merinci performa Tsimi. Sebab, pemain 21 tahun memang baru 2008 ini saja bermain di Indonesia Super League (ISL). Namun, bukan berarti tutup mata dengan reputasi Tsimi. Apalagi musim 2007 lalu, membela Canone Yaounde, klub raksasa Liga Kamerun. “Kepercayaan coach adalah tanggung jawab. Saya pribadi, tentu ingin membayar kepercayaan tersebut,” tukas Tsimi kepada Sumatera Ekspres.
Andai benar jadi starter, tugas Tsimi tidak berat. Dia (bersama Charis Yulianto, Christian Worabay, dan Isnan), harus menjadi tembok kokoh. Harus berani fight untuk duel dengan bomber-bomber Singo Edan-julukan Arema. Tak hanya Emalue Serge, tapi dengan para gelandang serang seperti Solaimane Traore atau potensi local Arief Suyono.
“Saya tahu Serge (Emalue Serge-bomber Arema, red). Dia striker sangat berbahaya. Tapi, saya tahu apa yang menjadi tugas saya,” pungkas defender yang dikontrak hingga Mei 2009.

pemain masuk n keluar 2008

Pemain Masuk 2008

[sunting] Pemain Keluar 2008

  • Firmansyah ke Deltras
  • Christian Lenglolo ke Persema
  • Carlos Renato Elias Balik Kampung Ke Brazil

pemain 2008

No.
Posisi Nama pemain
12 GK Ferry Rotinsulu
23 GK Dede Sulaiman

GK Aprianto


DF Zubairo Garba


4 DF Charis Yulianto



F
25 DF Isnan Ali
16 DF Benben Barlian
3 DF Syafruddin
24 DF Christian Warobay
22 DF Slamet Riyadi
10 MF Zah Rahan Krangar

No.
Posisi Nama pemain
7 MF M.Nasuha
28 MF Sulaiman Alamsyah Nasution
19 MF AMbrizal
27 MF Eki Nurhakim
29 MF Wijay
6 MF Tony Sucipto

DF
reswandi

MF Amirul Mukminin
17 FW Keith Jerome Gumbs
9 MF Anoure Richard Obiora
8
FW Ngon a Djam

11 FW Korinus Frinkeuw
20 FW Octavianus

Rabu, 26 November 2008

pemain 2007

Liga Indonesia 2007
No.
Posisi
Nama pemain
12

GK
Ferry Rotinsulu
23

GK
Dede Sulaiman

GK
Aprianto
31

DF
Carlos Renato Elias
4

DF
Charis Yulianto
18

DF
Firmansyah
25

DF
Isnan Ali
16

DF
Benben Barlian
3

DF
Syafruddin
24

DF
Christian Warobay
22

DF
Slamet Riyadi
10

MF
Zah Rahan Krangar
No.
Posisi
Nama pemain
7

MF
Septariyanto
28

MF
Sulaiman Alamsyah Nasution
19

MF
AMbrizal
27

MF
Eki Nurhakim
29

MF
Wijay
6

MF
Tony Sucipto
26

MF
Donny Fahamsyah

MF
Amirul Mukminin
17

FW
Keith Jerome Gumbs
9

MF
Anoure Richard Obiora
21

FW
Christian Lenglolo
11

FW
Korinus Frinkeuw
20

FW
Octavianus

prestasi

2005 Peringkat 12 Wilayah Barat (Pelatih Henk Wulems, Hery kiswanto, Suimin Diharja)
2006 Peringkat 9 Wilayah Barat (Pelatih Suimin Diharja)
2007 Peringakat 1 Wilayah Barat (Pelatih Rahmad Darmawan)
2008 Juara Liga Indonesia XIII (Pelatih Rahmad Darmawan)
2008 Juara Copa Dji Sam Soe Indonesia III Pelatih Rahmad Darmawan)(double winner pertama dalam sejarah Indonesia)
2008 Rekor MURI sebagai tim pertama di Indonesia yang mampu meraih double winner dalam waktu 1 musim

sekertariat

Sriwijaya FC memiliki sekretariat yang terletak di Kompleks Palembang Square Jl. Angkatan 45 / Kampus POM IX No R 130. Sekretariat ini merupakan bangunan ruko tiga tingkat. Lantai satu digunakan untuk etalase dan pusat penjualan cindera mata Sriwijaya FC. Lantai dua merupakan pusat aktivitas manajemen, sedangkan lantai tiga digunakan sebagai tempat pertemuan/ruang Rapat

mess pemain

Mess Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Dharma Wanita Pemprov Sumsel digunakan sebagai mess para pemain dan staff pelatih, sehingga dapat menekan anggaran kebutuhan tim. Walaupun mess ini terletak di tengah kota, yaitu di Jl. Ba Salim Batubara Sekip Pangkal, tetapi mess ini tetap menimbulkan kesan Asri sehingga menjadi kenyamanan tersendiri bagi tim skuad.

stadion

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang berkapasitas 40.000 penonton ini merupakan stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Stadion ini juga merupakan stadion terbesar kedua di Indonesia, setelah Stadion Gelora Bung Karno. Stadion ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik bertaraf internasional

logo sfc

Logo berbentuk lingkaran bertuliskan Sumatera Selatan Bersatu Teguh mempunyai arti bahwa Sriwijaya FC dapat di gunakan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan kesatuan yang bulat dari seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan

Rabu, 19 November 2008

awal kemunculan sriwijaya fc

Dulu Palembang MempunYai Tim SepakboLa yang Sangat Terkenal di indonesia Yaitu Kramayuda 3 Berlian........

tiM ini Pernah diperkuat beberapa Pemain Legendaris indonesia seperti aLm. Roni patinasarani



Tapi sayAngnya Kramayuda 3 berlian Hilang Karna Sesuatu hal n Tinggal kenangan........



kamudian Perjuangan sepakbola palembang diteruskan oleh Ps.palembang.........

tapi sayangnya Ps.palembang Tidak begitu Bagus prestasinya,setelah lama berkutat di divisi2 liga indonesia yg sekarang dianggap sbg liga amatir kemudian sekarang naik kasta ke divisi 1 liga indonesia tapi untuk sementara petualangan pS.palembang Baru di divisi1......



Kemudian ketika Pon XVI dilaksanakan di palembang maka dibangunlah sebuah stadion megah Bertaraf internasional Setelah gelora bung karno senayan jakarta yg Fasilitasnya sangat memadai untuk melakukan pertandingan sepakbola nasional n internasional....



setelah PonXVI selesai gubernur saat itu ir.syahrial oesman mempunyai gagasan untuk membeli sebuah klub liga indonesia yg bermain di divisi paling tertinggi diindonesia yaitu divisi utama yg sekarang liga super....
maka dibelilah sebuah klub PERSIJATIM dengan bandrol cukup besar dan berubah nama menjadi SRIWIJAYA FOOTBALLCLUB
Memang perjalanan sfc ditahun pertama tidak begitu mulus karna terlalu banyak ditinggalkan pemain seperti maman abdurrahman dll.
pada tahun pertamanya sfc slalu berkutat di zona degradasi dan beberapa kali mengganti pelatih dan sampai akhirnya datanglah suimin diharja yg dijadikan pelatih sfc menggantikan pelatih sebelumnya....
setelah ditangani suimin diharja performa sfc semakin meningkat dan di akhir kompetisi sfc berhasil menduduki posisi ke 9...
posisi itu cukup bagus untuk tim yg baru pertama kali mengikuti kompetisi setelah berganti nama...............................

dataQoe

aQ adalah anaK Yg meNyukai SepakBola Dalam Negri yg TercinTa ini,,,,,,,

NamaKu adalah Ryan Anak palembang...........